[The Indonesian for Palestinian |IfP]

[Masyarakat Indonesia Menentang Kolonialisme Israel]

Israel: Boikot, Divestasi, Sanksi

Naomi Klein

Sudah saatnya. Seharusnya sudah dari dulu. Strategi terbaik untuk mengakhiri pendudukan yang semakin berdarah ini adalah Israel harus menjadi sasaran dari gerakan global yang mengakhiri apartheid di Afrika Selatan.

Pada Juli 2005, koalisi besar dari sejumlah kelompok Palestina merumuskan rencana untuk melakukan hal tersebut. Mereka berseru kepada “rakyat berhati nurani di seluruh dunia untuk melancarkan boikot meluas dan menginisiatifkan divestasi terhadap Israel serupa dengan yang diterapkan terhadap Afrika Selatan pada era apartheid.” Lahirlah kampanye Boikot, Divestasi dan Sanksi – disingkat BDS.

Tiap hari Israel menggempur Gaza, semakin banyak yang bergabung dengan perjuangan BDS, dan pembicaraan gencatan-senjata hanya sedikit berpengaruh dalam menahan momentum. Dukungan bahkan datang dari kaum Yahudi Israel. Di tengah serbuan tersebut, sekitar 500 warga Israel, puluhan di antaranya adalah seniman dan akademisi terkenal, mengirimkan surat ke duta besar asing yang bertempat di Israel. Surat tersebut menyerukan “pengadopsian tindakan pembatasan dan sanksi sesegera mungkin” dan menarik persamaan yang jelas dengan perjuangan anti-apartheid. “Boikot terhadap Afrika Selatan adalah efektif, tapi Israel ditanggapi dengan halus… Dukungan internasional ini harus berhenti.”

Namun masih banyak yang tidak bisa menerima. Alasan-alasannya kompleks, emosional dan dapat dipahami. Tapi mereka tidak cukup berdasar. Sanksi ekonomi adalah alat paling efektif di antara berbagai pilihan aksi tanpa-kekerasan. Melepaskan itu begitu saja berarti turut terlibat dalam kejahatan mereka. Ini adalah empat alasan utama yang menolak strategi BDS, disertai dengan argumen tandingannya.

1. Tindakan penghukuman akan mengasingkan bukannya meyakinkan warga Israel. Dunia telah mencoba menggunakan apa yang disebut dengan “pendekatan konstruktif.” Itu telah gagal total. Sejak 2006 Israel terus-menerus mengintensifkan kejahatannya: memperluas hunian, melancarkan perang biadab melawan Libanon dan menerapkan hukuman kolektif terhadap Gaza melalui blokade yang brutal. Meskipun terjadi peningkatan intensitas ini, Israel tidak berhadapan dengan tindakan hukuman — justru sebaliknya. Persenjataan dan bantuan senilai $3 milyar pertahun yang diberikan AS kepada Israel hanyalah permulaan. Selama periode yang penting ini Israel telah menikmati peningkatan dramatis dalam hubungan diplomatik, budaya dan perdagangan dengan berbagai sekutu lainnya. Contohnya, pada 2007 Israel menjadi negeri non-Amerika Latin pertama yang menandatangani kesepakatan perdagangan bebas dengan Mercosur. Dalam sembilan bulan pertama tahun 2008, ekspor Israel ke Kanada meningkat sebesar 45 persen. Perjanjian dagang baru dengan Uni Eropa akan menggandakan ekspor pangan olahan Israel. Dan pada 8 Desember, menteri-menteri Eropa “menambah” Kesepakatan Asosiasi UE-Israel, suatu hadiah yang lama dinanti oleh Yerusalem.*

Dalam konteks inilah para pimpinan Israel memulai perang mereka yang terkini: dengan kepercayaan diri bahwa mereka tidak akan menanggung pengorbanan yang berarti. Sungguh luar biasa bahwa dalam tujuh hari perdagangan saat perang, index utama (flagship index) Pasar Modal Tel Aviv nyatanya naik 10,7 persen. Bila bujukan tidak berhasil, maka perlu digunakan paksaan.

2. Israel bukan Afrika Selatan. Tentu saja bukan. Relevansi model Afrika Selatan adalah ia membuktikan bahwa taktik BDS dapat efektif ketika tindakan yang lebih lunak (protes, petisi, lobi-lobi ruang belakang) telah gagal. Dan memang terdapat persamaan yang sangat mencemaskan: Tanda Identitas Diri dengan kode-warna dan ijin perjalanan, rumah-rumah yang dibuldoser dan pengungsian paksa, jalanan yang hanya diperuntukkan bagi warga hunian. Ronnie Kasrils, politikus Afrika Selatan yang terkenal, mengatakan bahwa arsitektur segregasi yang dilihatnya di Tepi Barat dan Gaza pada 2007 adalah “jauh tak terhingga lebih parah dibandingkan apartheid.”

3. Kenapa menyudutkan Israel ketika Amerika Serikat, Inggris dan negeri-negeri Barat lainnya melakukan hal yang sama di Irak dan Afghanistan? Boikot bukanlah dogma, melainkan taktik. Alasan mengapa strategi BDS perlu dicoba terhadap Israel adalah praktis: dalam sebuah negeri yang sangat kecil dan bergantung pada perdagangan, itu sesungguhnya dapat berhasil.

4. Boikot memutus komunikasi; kita membutuhkan dialog yang lebih banyak, bukannya lebih sedikit. Yang satu ini akan saya jawab dengan cerita pribadi. Selama delapan tahun, buku saya telah diterbitkan di Israel oleh penerbit komersial bernama Babel. Tapi ketika saya menerbitkan The Shock Doctrine, saya hendak menghormati boikot itu. Atas saran seorang aktivis BDS, saya menghubungi sebuah penerbit kecil bernama Andalus. Andalus adalah pers aktivis yang terlibat secara mendalam dengan gerakan anti-pendudukan dan satu-satunya penerbit Israel yang mendedikasikan secara khusus penerjemahan tulisan Arab ke bahasa Ibrani. Kami menulis kontrak yang menjamin bahwa semua keuntungan adalah untuk proyek-proyek Andalus, tidak ada yang ke saya. Dengan kata lain, saya memboikot ekonomi Israel tapi bukan warga Israel.

Untuk melakukan rencana ini dibutuhkan puluhan telepon, e-mail dan sms, dari Tel Aviv ke Ramallah ke Paris ke Toronto ke Kota Gaza. Maksud saya adalah: ketika Anda menerapkan strategi boikot, dialog meningkat secara drastis. Dan kenapa tidak? Membangun sebuah gerakan membutuhkan komunikasi tanpa henti, mereka yang sebelumnya terlibat dalam perjuangan anti-apartheid perlu dikontak kembali. Argumen yang menyatakan bahwa mendukung boikot akan memutus hubungan kita dari lainnya sebenarnya keliru dengan berserakannya teknologi informasi murah di ujung jari kita. Kita menenggelamkan diri kita dalam seruan kepada yang lain hingga melintasi batas-batas negara. Tidak ada boikot yang dapat menghentikan kita.

Detik ini saja begitu banyak kaum Zionis congkak yang berupaya mencatat skor besar: tidakkah saya tahu bahwa banyak barang-barang berteknologi-tinggi itu berasal dari taman-taman penelitian Israel, pemimpin dunia dalam teknologi informasi? Benar memang, tapi tidak semuanya. Beberapa hari setelah serbuan Israel ke Gaza, Richard Ramsey, direktur manajer perusahaan telekom Inggris, mengirimkan sebuah e-mail kepada firma teknologi Israel MobileMax. “Akibat tindakan pemerintah Israel dalam beberapa hari belakangan ini kami tidak lagi dalam posisi untuk mempertimbangkan kerjasama bisnis dengan Anda atau perusahaan Israel lainnya.” Saat dihubungi oleh The Nation, Ramsey mengatakan bahwa keputusannya bukanlah politis. “Kami tidak mampu kehilangan pelanggan kami, jadi itu murni tindakan bertahan secara komersial.”

Adalah kalkulasi bisnis yang dingin semacam ini yang menyebabkan banyak perusahaan menarik diri dari Afrika Selatan dua dekade lalu. Dan tepatnya inilah kalkulasi serupa yang menjadi harapan paling realistis kita untuk menghadirkan keadilan yang telah lama dihilangkan kepada Palestina.

Bacaan lebih lanjut: Disengagement and the Frontiers of Zionism
____
* Pada 14 Januari, merespon agresi Israel terhadap Gaza, Uni Eropa membatalkan rencananya untuk menambahkan Kesepakatan Asosiasi UE-Israel, suatu pertanda semakin ada pemahaman bahwa sanksi politik dapat dipergunakan untuk mengakhiri perang.

Naomi Klein adalah jurnalis penerima-penghargaan, kolumnis dan penulis dari beberapa buku terlaku menurut New York Times dan secara internasional The Shock Doctrine: The Rise of Disaster Capitalism (September 2007); No Logo: Taking Aim at the Brand Bullies; dan koleksi Fences and Windows: Dispatches from the Front Lines of the Globalization Debate (2002).

http://nefos.org/?q=node/64

Filed under: Berita, ,

Sistem Internasional Mendanai Kejahatan di Gaza

Max Keiser

Sabtu, 17 Jan 2009 01:49:25 GMT

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan koresponden Press TV, analis pasar uang Max Keiser ditanyai siapa yang mendapat uang dari pembunuhan anak-anak di Gaza?

Keiser menjawab bahwa bila Gaza membeli ratusan ribu milyar dolar obligasi beragun aset (CDO) buruk dari Goldman (Sachs) dan J P Morgan, maka ia akan ditolong bukannya dibombardir habis-habisan.

Keiser menunjukkan bahwa sejak penyerangan mematikan tanggal 27 Desember di Gaza, harga mata uang dolar dan pound merosot, sementara shekel Israel konstan. Ia menjelaskan bahwa penyebab perubahan nilai mata uang AS dan Inggris adalah pemindahan aset milik sindikat pencuci-uang (money laundering syndicates) ke Israel.

Keiser mencatat bahwa karena krisis finansial di AS dan Inggris, para sindikat pencuci uang ini tidak lagi dapat berfungsi di negeri-negeri tersebut, maka terjadilah transfer dana mereka secara massal ke Israel.

Koresponden Press TV juga menanyakan tentang fosfor putih yang diproduksi di Pine Bluff, Arkansas dan digunakan di Gaza oleh Israel. Manakah kelompok kepentingan atau individu yang mendapat uang dari perang ini?

Keiser menjawab bahwa persoalannya bukanlah siapa yang mendapat uang melainkan siapa yang menerima uang dari AS, sebuah negeri bangkrut dengan mata uang yang tak lagi memiliki status internasional yang riil.

Keiser juga menyarankan bahwa Tiongkok harus menghentikan ketergantungannya terhadap dolar AS dan seluruh dunia harus mengambil tanggung jawab global terhadap apa yang sedang terjadi di Gaza dengan memboikot produk-produk Israel dan AS. Ia juga menyarankan penghentian penggunaan dolar AS sebagai mata uang internasional utama sebagai langkah keamanan finansial yang mendasar.

Koresponden Press TV mengindikasikan bahwa subisidi AS kepada mesin perang Israel dan pajak dolar AS secara langsung bertanggung jawab terhadap pembunuhan anak-anak di Gaza; Keiser menjawab bahwa karena sifat globalisasi, bukan saja uang dari pajak AS yang digunakan tapi juga pajak negara mana pun yang terikat dalam sistem perbankan global.

Ia berkata bahwa semua negara menanggung tanggung jawab dalam tingkat tertentu atas pembantaian yang sedang berlangsung di Gaza, walaupun bila alasannya hanya karena terikat ke dalam sistem ekonomi dunia.

Keiser menyarankan bahwa dunia harus mengadaptasi sistem perbankan baru yang tidak didasarkan pada mata uang yang secara massif nilainya dipalsukan, seperti halnya dolar AS.

http://nefos.org/?q=node/65

Filed under: Berita, ,

APA DAN DIMANA PALESTINA

Secara Historis, negara Palestina berlokasi antara Timur Tengah yang wilayahnya berbatasan dengan Lebanon, Syria, Jordan, Mesir  dan laut Mediterranea. Hingga 1918, Palestina merupakan bagian dari wilayah kekaisaran Ottoman (Turkish), yang kemudian menjadi jajahan Inggris di tahun 1948. PBB merupakan salah satu pihak yang mendorong Palestina kehilangan tanah airnya, dimana rakyat Palestina pernah menolak Rencana Partisi PBB (UN plan partition) yang membelah tanah Palestina menjadi dua negera yaitu Yahudi dan Palestina. Karena rencana PBB itulah, negara Israel dideklarasikan 1948. Tahun 1949, peristiwa An-Nakba (“catastrophe-Bencana”) terjadi dimana tindakan pembersihan ethnis ditujukan terhadap dua pertiga polulasi rakyat Palestina dan Israeli menjajah 78 % tanah Palestina. Tepi Barat (West Bank) dan Jalur Gaza (Gaza Strip) adalah wilayah ilegal Israel yang lain dimana sejak tahun 1967, militer Israel secara de facto menduduki wilayah yang saat ini disebut sebagai “Palestinian Occupied Territories”. Jerusalem Timur juga secara ilegal dianeksasi Isarel di tahun 1967. Selama 60 tahun rakyat Palestina ditolak untuk meuwjudkan hak penentuan nasib sendiri dan hak untuk memiliki negara.

basicfactsmap1 basicfactsmap2 basicfactsmap3 basicfactsmap4 basicfactsmap5

Pada masa penjajahan awal, 800,000 rakyat Palestina diusir paksa 1948-1949 dan selama Juni 1967 lebih dari 325,000 rakyat Palestina menjadi pengungsi. Penderitaan rakyat Palestina akhirnya tidak lagi tertolong, bahkan oleh UN Resolution 194, yang mengembalikan hak rakyat Palestina untuk meminta tanah kelahirannya karena ditolak Israel. Hingga hari ini,  6 juta rakyat Palestina hidup dalam pengungsian , ratusan ribu diantaranya hidup dalam pengungsian yang sesak dan tidak layak di  West Bank, Gaza, Lebanon, Syria danJordan.

40 tahun setelah penjajahan, kampung dan desa palestina hilang dan berganti menjadi 200 wilayah dan region Israel yang dihuni oleh 500,000 orang Israel. Israel juga membangun  ‘separation barrier’ di West Bank, yang pembangunannya dimulai 2002, dengan tujuan untuk memutus wilayah Palestina dengan daerah yang diduduki Israel. Hal ini tentu saja dapat membunuh kehidupan rakyat Palestina yang membutuhkan sumber air, rumah sakit dan tanah pertanian.Cara Israel ini diyakini mirip dengan yang dilakukan oleh rezim Apartheid di Afrika Selatan.

Palestinia secara serius dan kontinyu sedang mengalami serangan dari kekuatan bersenjata Israel yang didukung oleh negara besar seperti Amerika. Wilayah Palestina adalah apa yang disebut hari ini oleh Israel yang terbentang dari Safad, Agra hingga Gaza dan Beersheba.

diterjemahkan dan dikutip dari PSC

Filed under: Berita, ,

Hamas dan Fatah Janji Bertukar Tahanan

Hamas dan Fatah Janji Bertukar Tahanan

Kamis, 26 Februari 2009 14:14 WIB
AFP
KAIRO–MI: Kelompok Palestina Fatah dan Hamas bertukar janji Rabu (25/2) malam untuk saling membebaskan tahanan pihak lainnya di Gaza dan Tepi Barat sebagai isyarat kemauan baik pada malam pembicaraan persatuan nasional.

Pembicaraan nasional, diperkirakan akan mulai Kamis ini di Kairo dengan sekitar 12 kelompok Palestina, berusaha untuk membentuk pemerintah persatuan yang akan dapat mengambil bagian dalam pembicaraan damai dengan Israel dan mengawasi pekerjaan rekonstruksi di Gaza setelah tiga pekan serangan Israel di wilayah itu Desember dan Januari.

Fatah dan Hamas setuju untuk membentuk dua komisi guna “mengerjakan penutupan berkas tahanan dalam waktu yang tidak melebihi akhir pembicaraan nasional itu”, kata pernyataan yang dikeluarkan setelah pembicaraan antara kedua kelompok tersebut di Kairo. Mereka tidak menetapkan kerangka waktu bagi akhir pembicaraan tersebut.

Pejabat Fatah Azam al-Ahmed mengatakan Hamas, kelompok Islam yang menang dalam pemilihan parlemen pada 2006, telah mencabut tahanan rumah yang diterapkan pada beberapa pemimpin Fatah di Jalur Gaza.

Pemimpin Hamas Mahmoud al-Zahar mengatakan Fatah sejauh ini telah membebaskan 80 dari sekitar 400 tahanan Hamas di Tepi Barat yang diduduki Israel. Delegasi Fatah di Kairo telah menghubungi pemimpin mereka, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, untuk membebaskan lebih banyak lagi tahanan, tambahnya.

Persaingan antara kedua kelompok itu memburuk pada 2007 ketika pasukan Hamas mengusir Fatah dari Gaza dalam perebutan kekuasaan yang berubah menjadi kekerasan.

Kedua kelompok besar itu memiliki perbedaan fundamental mengenai bagaimana menghadapi Israel. Hamas mencadangkan hak untuk memerangi Israel, meskipun mereka siap menerima gencatan senjata 18 bulan, sementara Fatah telah melepaskan kekerasan dan meletakkan semua harapannya pada pembicaraan.

Hubungan itu khususnya makin dingin Desember dan Januari pada saat serangan Israel ke Gaza. Sebanyak 1.300 warga Palestina tewas dalam operasi besar-besaran itu, termasuk sekitar 700 warga sipil.

Pertemuan Rabu adalah yang terakhir dari beberapa pertemuan dalam beberapa pekan terakhir untuk meratakan jalan bagi pembicaraan nasional itu.

Kelompok-kelompok Palestina itu bermaksud membentuk pemerintah persatuan, mungkin terdiri atas para teknokrat non-partisan, untuk menghadapi pemerintah asing, mengkoordinasikan pembangunan kembali di Gaza, serta mempersiapkan pemilihan legislatif dan presiden Palestina.

Seorang diplomat Arab mengatakan para penengah Mesir mengharapkan untuk menyelesaikan perjanjian pada waktunya guna mendapatkan persetujuan pertemuan puncak Arab yang dijadwalkan di Qatar akhir Maret.

Namun beberapa pengamat mengatakan akan sulit untuk merekonsiliasikan kebutuhan untuk memasukkan pendirian Hamas dalam kabinet baru itu dengan tuntutan AS dan Israel agar kelompok itu memenuhi syarat-syarat mereka untuk dialog.

AS dan negara-negara Uni Eropa menolak berhubungan dengan Hamas kecuali kelompok itu melepaskan kekerasan, mengakui hak Israel untuk hidup dan menerima perjanjian sebelumnya antara Israel dan pemerintah otonomi Palestina, yang dijalankan oleh Fatah.

Salah satu tugas paling sulit dalam pembicaraan itu adalah pembangunan kembali pasukan keamanan Palestina, yang selama 18 bulan terakhir telah terbagi antara pasukan yang dikendalikan Hamas di Gaza dan pasukan yang dikuasai Fatah di Tepi Barat.

Hani Habib, seorang pengamat politik di Gaza, mengatakan akan sulit untuk memecahkan persoalan inti itu. Ia mengatakan motif utama untuk membentuk kabinet persatuan itu adalah keinginan untuk memudahkan pembangunan kembali di daerah kantung pesisir tersebut.

“Pihak-pihak itu…mungkin tahu kesempatan untuk berhasil kecil tapi mereka ingin menunjukkan ada gerakan. Pangalaman mengajarkan pada kita untuk tidak mengulurkan banyak harapan sepanjang kemauan politik terus hilang,” katanya. (Ant/OL-02)

Filed under: Berita, , , ,

Siaran Pers IfP: Israeli Apartheid Week 2009

plstn21

SIARAN PERS THE INDONESIAN FOR PALESTINIANS (IfP)

No. 01/OL/IfP/II/09

tentang

Peringatan Israeli Apartheid Week 2009


Pada 1-8 Maret 2009, dunia memperingati Israeli Apartheid Week (IAW 2009) yang ditujukan untuk terus mensosialisasikan perlawanan masyarakat global akan watak penjajahan dan penerapan sistem apartheid Israel terhadap rakyat Palestina.

Indonesians for Palestinians (IfP) memandang peringatan ini menjadi penting karena:

  1. Agenda ini tidak hanya ditujukan bagi upaya memerangi pejajahan dan penindasan Israel terhadap rakyat Palestina tapi juga bagi upaya membebaskan dunia dari berbagai sistem yang menginjak martabat kemanusiaan dan nilai-nilai HAM.
  2. Agenda ini menjadi bagian tak terpisahkan dari gerakan penolakan masyarakat internasional atas kolonialisme dan rasialisme yang masih berlangsung terhadap masyarakat Palestina.
  3. Agenda ini menjadi kritik dan penentangan dari konspirasi bisu internasional terhadap nasib dan hak bangsa Palestina yang dirampas sejak tahun 1947.

Untuk itu, tahun ini, IfP menyerukan masyarakat untuk membantu penyebaran informasi keberadaan agenda ini sekaligus mengkonsolidasi dan mengajak berbagai komunitas Indonesia untuk bisa menjadikan agenda tersebut sebagai acara peringatan tahunan.

TIM IfP

Filed under: Uncategorized

Hang Up Motorola

Boikot Motorola by clicking here.

Tolak Bantuan Amerika Ke Israel 2010

Sampaikan Penolakan Anda kepada Presiden Obama tentang Bantuan Militer Amerika ke Israel 2010 dengan mengklik Tolak Bantuan Amerika Ke Israel 2010. Di kelola oleh endtheoccupation.org

7 RESOLUSI IfP KEPADA PEMERINTAH BARU AMERIKA

Sehubungan dengan rencana kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton ke Indonesia, The Indonesian for Palestinian (IfP) mendesak pemerintah baru Amerika agar segera: [1]. Akui Kemerdekaan Palestina secara penuh termasuk pengembalian wilayah Palestina berdasarkan peta negara Palestina tahun 1946 dari Safad, Acree hingga Gaza dan Beersheba. [2]. Hentikan bantuan Amerika baik secara politik, ekonomi dan militer kepada Israel. [3]. Hentikan bantuan dan penjualan senjata Amerika ke Israel. [4]. Hentikan kerjasama politik pro Zionisme Amerika dengan AIPAC. [5]. Desak PBB untuk memberikan sanksi politik ekonomi termasuk membentuk Mahkamah Internasional atas kejahatan kemanusiaan Israel di wilayah Palestina. [6]. Desak Israel untuk menarik pasukannya dari seluruh wilayah Palestina dan membebaskan para tahanan politik. [7]. Desak Israel untuk menghentikan blokade kemanusiaan Atas Palestina

RSS Palestine today

  • Israeli demolitions in West Bank leave 56 Palestinians homeless September 30, 2016
    On the morning of 27 September 2016, Israeli authorities demolished 22 structures, half of which were homes, in five Palestinian communities throughout the West Bank, including East Jerusalem. Fifty-six people were left homeless, 30 of them minors under the age of eighteen. The authorities also demolished water cisterns, livestock pens, and a structure that […]
  • Israel cuts water supply to Salfit, summer 2016 September 27, 2016
    In early June, during the month of Ramadan, the Israeli water company, Mekorot, cut back water supply to several Palestinian communities in the northern West Bank, including the town of Salfit, which has a population of about 15,000. These communities suffered from an acute water shortage throughout the summer, and continue to suffer from it today. Israel ha […]
  • Khirbet Humsah, Jordan Valley, living with no running water, summer 2016 September 27, 2016
    Kh. Humsah is one of dozens of small shepherding and farming communities scattered throughout the Jordan Valley. It is comprised of about 20 families and located northeast of the Hamra checkpoint. Like other communities in the Jordan Valley and throughout Area C, Kh. Humsah is not recognized by the Israeli authorities, which repeatedly demolish homes, preven […]
  • Israel cuts water supply to the village of Salem, summer 2016 September 27, 2016
    In early June, during the month of Ramadan, the Israeli water company, Mekorot, cut back water supply to several Palestinian communities in the northern West Bank, including the village of Salem, which is located east of Nablus and has a population of about 5,000. These communities suffered from an acute water shortage throughout the summer, and continue to […]
  • Summer 2016 - Israel cut back on the already inadequate water supply to Palestinians September 27, 2016
    In early June 2016, during the fast of Ramadan, Mekorot – Israel’s national water company – scaled down the amount of water it supplies to several Palestinian communities in the northern West Bank. These communities suffered an acute water shortage throughout the summer, and the shortage has not yet abated. Every summer Israel implements a policy of water cu […]
  • Decision Makers Who Led to Unprecedented Killing in Gaza Were Not Even Questioned September 19, 2016
    New B'Tselem Report Summarizes Two Years of Whitewashed Investigations into Operation Protective Edge:The Israeli bodies responsible for investigating the events of Operation Protective Edge are engaged primarily in creating the false impression of a functioning system that ostensibly seeks to discover the truth. In the meantime, those actually responsi […]

RSS Campaign Againts Israeli

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Arsip

Files

Respons

Mr WordPress on

Sekretariat

Jl. Kramat V No.2 Jakarta 10340 Telp. 62 21 3106085, Fax. 62 21 3923335 email:endthecolonialism@yahoo.com INDONESIA
Palestine Blogs - The Gazette

Translate

Agresraeli

Gaza Carnage Counter

kalender

September 2016
M T W T F S S
« Jun    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

People Killed in Iraq Today

Just Foreign Policy Iraqi Death Estimator

Hijriah

Supports

  • 2,624 hits

Our Guests

free counters