Persoalan pendudukan dan penjajahan Israel di Palestina yang telah dimulai sejak awal 1900an telah semakin complicated dengan bertemunya kepentingan Israel dengan negara-negara barat terutama Inggris dan Amerika yang mengakibatkan terciptanya dukungan keberlangsungan penjajahan, pendudukan dan penindasan Israel atas Palestina. Amerika bahkan memiliki AIPAC, lembaga yang sejak 1953 telah melobi dan memastikan dukungan Washington terhadap penjajahan Israel hingga hari ini.
Penjajahan sesungguhnya merupakan bentuk tindakan yang melawan norma dan hukum apapun dan prilaku yang paling buruk dari tindakan manusia sebagai mahluk beradab. Namun terhadap nasib bangsa Palestina, ternyata ada yang lebih buruk dari penjajahan itu sendiri yaitu tindakan konspirasi internasional yang membiarkan penjajahan, penindasan dan kekerasan terjadi di Palestina yang dilakukan oleh negara-negara maju seperti Amerika, Inggris dan sekutu-sekutunya.
Oleh karena itu, sebagai bagian dari komunitas internasional, The Indonesians for Palestinians (IfP) yang digagas oleh aktivis dan pekerja HAM di Indonesia merasa perlu bergabung dalam perjuangan pemenuhan hak rakyat Palestina, melawan penindasan Israel dan pengakhiran segala bentuk kekerasan dan kejahatan terhadap kemanusiaan secara konsisten dan kontinyu.
Berkaitan dengan momentum kedatangan Menlu Hillary Clinton ke Indonesia, IfP melihat bahwa Amerika harus bertanggung jawab terhadap segala bentuk penjajahan dan kekerasan yang terjadi di Palestina, karena IfP melihat antara lain:
1. Sebagian besar pajak rakyat Amerika yaitu sekitar $3 miliar disalurkan sebagai bantuan luar negeri untuk program militer dan ekonomi. Tahun 2008 Kongres Amerika dengan suara 92-6 telah menyepakati tambahan $ 170 miliar bantuan pertahanan untuk Israel sebagai bagian dari pembaruan bantuan 10 tahun. Angka ini lebih besar dari pembelanjaan perang Amerika di Irak dan Afghanistan yaitu sekitar $162 juta.
2. Amerika juga mensuplai berbagai persenjataan untuk Israel guna menjamin kelangsungan penjajahannya di Palestina. Sejak 1949-2007, lebih dari $101 miliar bantuan telah dikucurkan Amerika ke Israel, jumlah tersebut bertambah pada tahun fiskal 1999-2008. Pada tahun fiskal 2010, Presiden Obama berupaya memberikan bantuan militer tidak kurang dari $2.775 miliar (lihat Tabel 1) yang kesemuanya umumnya berbentuk: [1] bantuan langsung [2] penjualan [3] bantuan pertahanan (tabel 2). Dengan bantuan-bantuan tersebut, sejak Januari 2001 hingga 2008, Israel telah menyerang Palestina sehingga menyebabkan 2.086 rakyat Palestina non combatan tewas termasuk 723 anak dibawah umur 18 tahun (lihat perinciannya di tabel 5 data Pusat Informasi HAM Israel untuk kasus-kasus di daerah pendudukan B’Tselem, – The Israeli Information Center for Human Rights in the Occupied Territories).
3. Ironisnya kebijakan suplai senjata pemerintah Amerika ke Israel ini melanggar regulasi mereka yaitu:
a. The U.S. Arms Export Control Act (weapons are limited to “internal security” and “legitimate self-defense only [P.L. 80-829]).
b. Foreign Assistance Act (”No assistance may be provided … to the government of any country which engages in consistent pattern of gross violations of internationally recognnized human rights“. [P.L. 97-195])
c. Foreign Ops Appropriatons Act (Leahy Law) (”No aid to any unit of the security forces of a foreign country if the credible evidence that such unit has committed gross violations of human rights.”).
4. Dalam agresi Israel ke Gaza Desember 2008-Januari 2009 bersandi Operation Cast Lead terlihat bahwa Amerika mendukung penuh agresi tersebut bukan hanya dengan kebijakannya tapi juga dengan senjata (lihat tabel 6).
Atas dasar tesebut IfP menyerukan agar pemerintahan Amerika segera:
1. Mengakui Kemerdekaan Palestina secara penuh termasuk pengembalian wilayah Palestina berdasarkan peta wilayah negara Palestina tahun 1946 dari Safad, Acree hingga Gaza dan Beersheba.
2. Menghentikan bantuannya baik secara politik, ekonomi dan militer kepada Israel.
3. Menghentikan bantuannya dan penjualan senjata Amerika ke Israel.
4. Menghentikan kerjasama politik pro Zionisme Amerika dengan AIPAC.
5. Mendesak PBB untuk memberikan sanksi politik ekonomi termasuk membentuk Mahkamah Internasional atas kejahatan kemanusiaan Israel di wilayah Palestina.
6. Mendesak Israel untuk menarik pasukannya dari seluruh wilayah Palestina.
7. Mendesak Israel untuk menghentikan blokade kemanusiaan untuk Palestina.
Jakarta, 18 Februari 2009
Ahmad Hambali
Koordinator
Lampiran-Lampiran
Tabel 1 Bantuan Militer Amerika ke Israel sejak 1949
|
Budget Fiskal
|
Jumlah
|
Keterangan
|
|
1949-2007,
|
$101 miliar
|
|
|
2009-2018
|
$ 30 miliar
|
rata-rata bertambah 25%
|
|
2010
|
$ 2,775 miliar
|
|
|
note. “Arm and Dangerous,” endtheoccupation Policies Brief, 2009 p.2
|
Tabel 2 Bentuk Bantuan Militer Amerika ke Israel
|
Jenis
|
Jumlah
|
|
Bantuan Militer
|
$25.203.000.000
|
|
Penjualan langsung
|
$6.161.109.945
|
|
Bantuan Pertahanan
|
$36.048.510
|
|
Total Bantuan
|
$31.400.158.455
|
|
note. “Arm and Dangerous,” endtheoccupation Policies Brief, 2009 p.3
|
Tabel 3 Alokasi Bantuan Militer Amerika ke Israel
|
Jenis Bantuan
|
Alokasi
|
Jumlah
|
|
Kendaraan
|
Truk dan kendaraan persenjataan tentara
|
$164 juta
|
|
Konstruksi
|
Pembangunan markas infantri
|
$ 350 juta
|
|
Angkatan Laut
|
Pembelian kapal tempur AL
|
$ 1,9 miliar
|
|
Angkata Udara
|
Pembelian F-35, C-130, J-30, jet JP-8, T-6A
|
$19.81 miliar
|
|
Misil dan Amunisi
|
Pembelian GBU-28, 39-SDB, TOW, AMRAAM, Harpoon, JDAMs, MK-80 series
|
$ 2.726 miliar
|
|
Lain-lain
|
Upgrade misil patriot, M72 A7 misil anti armour
|
$ 253 juta
|
|
note. “Arm and Dangerous,” endtheoccupation Policies Brief, 2009 p.4-5
|
Tabel 4 Jenis Penjualan Alat Militer Amerika Ke Israel
|
10 Kategori teratas Penjualan Alat Militer AS ke Israel
|
|
Jenis Bantuan
|
Alokasi
|
Jumlah
|
Peringkat
|
|
Angkatan Udara
|
Suku cadang pesawat
|
$557.895.988
|
1
|
|
Suku cadang mesin jet F-100
|
$439.172.281
|
3
|
|
Mesin Jet F-100 (F-15, F-16)
|
$254.240.643
|
4
|
|
Suku cadang F-16, pesawat tempur udara
|
$209.766.607
|
5
|
|
Suku cadang F-15, pesawat tempur udara
|
$186.171.596
|
7
|
|
Angkatan Laut
|
Komponen dan Suku cadang Kapal
|
$197.708.382
|
6
|
|
Misil dan Amunisi
|
Suku cadang
|
$ 448.435.429
|
2
|
|
Material Amunisi
|
$ 127.709.376
|
9
|
|
Pelatihan
|
Peralatan latihan
|
$ 120.028.890
|
10
|
|
Teknologi militer
|
Suku cadang dan komponen elektronik
|
$ 163.279.072
|
8
|
|
note. “Arm and Dangerous,” endtheoccupation Policies Brief, 2009 p.6
|
Tabel. 5 Senjata Amerika dan Korban Tewas
|
Senjata
|
Jenis
|
Jumlah
|
Peringkat
|
|
Senapan
|
Peluru,Peluru karet, Granat, Misil dll
|
1232
|
425
|
|
Tank
|
Peluru, Granat, Misil dll
|
275
|
121
|
|
Bom
|
Bom, Ranjau mobil dll
|
7
|
6
|
|
Truk Pasukan
|
Peluru
|
5
|
3
|
|
Helikopter
|
misil dan sejenisnya
|
458
|
134
|
|
Jet Tempur
|
Komponen dan Suku cadang Kapal
|
28
|
16
|
|
Penghancur Rumah
|
Bom dan sejenisnya
|
21
|
7
|
|
Lain-lain
|
Pemukulan, pembakaran, menabrak, gas air mata dll.
|
60
|
11
|
|
Sumber: B’Tselem, – The Israeli Information Center for Human Rights in the Occupied Territories
|
Tabel 6. Senjata Amerika di Operasi Cast Lead
|
Jenis Senjata
|
Bantuan Tahun Fiskal
|
Jumlah
|
|
F-16 dan Helikopter dan suku cadangnya
|
2001-2006
|
$300 juta
|
|
Jet Pengisi Bahan Bakar Udara JP-8
|
Juli 2008
|
$ 186 juta galon
|
|
Pesawat tempur Marinir
|
Juli 2008
|
$ 1,9 miliar
|
|
Penghancur Bunker TOW Hellfire
|
Oktober 2008
|
$1,3 miliar
|
|
Bom diameter kecil GBU-39
|
September 2008
|
$ 77 juta
|
|
Night Vision google
|
2001
|
$ 450 juta
|
|
Bom fosfor putih M825A 1155mm
|
-
|
-
|
|
note. “Arm and Dangerous,” endtheoccupation Policies Brief, 2009 p.13
|
|
|
Filed under: Uncategorized
Respons